Archive

Archive for the ‘kredit multiguna’ Category

Memilih Investasi Reksa Dana Menguntungkan di 2013

March 20, 2013 Leave a comment

Imbal hasil yang menggiurkan menyebabkan investasi reksa dana makin dilirik oleh para investor Indonesia. Meski begitu, investasi reksa dana ini juga tidak luput dari risiko yang mungkin dihadapi nanti oleh para investor.

Reza Priyambada, Kepala riset Trust Securities, dikutip pada detikFinance mengatakan,  hal yang penting sebelum berinvestasi adalah mengenali dan mempelajari terlebih dahulu produk-produknya. Kemudian bandingkan return yang ditawarkan. Jangan lupa untuk memeriksa track record perusahaan, mulai dari legalitas hingga pengelolaan perusahaan. Sehingga tidak tertipu dengan iming-iming return yang menggiurkan.

Selanjutnya Reza memberikan pandangannya sehubungan dengan jenis-jenis reksa dana apa saja yang memberikan imbal hasil paling menggiurkan di tahun 2013 beserta dengan risiko yang mungkin terjadi, seperti dikutip dari DetikFinance berikut ini:

 

Reksa Dana Saham 

investasi-reksadana

investasi-reksadana

Reksa dana saham memiliki peluang imbal hasil terbesar dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Hal ini ditinjau dari tingkat return dan risiko investasi.

Reza memperkirakan, imbal hasil reksa dana saham di tahun 2013 ini, rata-rata dapat mencapai kisaran 20%-30%. Sebagai pembanding, bunga deposito rata-rata tiap tahunnya hanya sebesar 6%. Perkiraan return ini didapatkan dengan asumsi pasar saham akan terus membaik di tahun ini. Reza juga memprediksi pergerakan IHSG pada akhir tahun 2013 dapat menembus angka 5.000.

Namun ia mengingatkan, return reksa dana saham ini juga bergantung pada pilihan saham serta kemahiran manajer investasi dalam mengelola saham tersebut.

“Pilihan saham sangat mempengaruhi. Ketika harga saham melonjak, return juga ikut naik, ini berpengaruh terhadap NAB. Manajer investasi (fund manager) harus bisa mengelola dengan baik,” jelas Reza, seperti dikutip pada DetikFinance, Senin (11/03/13).

Meski begitu, return yang tinggi juga pasti diikuti dengan risiko yang tinggi. Hal ini berbanding lurus dengan pergerakan saham. Jika harga saham naik, maka rerturn reksa dana pun akan turut naik, begitu juga sebaliknya. Sementara itu, pergerakan saham memiliki volatilitas yang sangat tinggi.

 

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana ini termasuk ke dalam produk perbankan sehingga return atau imbal hasilnya tidak terlalu besar. Meski begitu, risiko pada reksa dana ini juga realtif lebih kecil.

Menurut Reza, return atau hasil imbal yang bisa didapatkan dari reksa dana pasar uang ini berkisar antara 10% hingga 12% per tahun. Hal ini dikarenakan volatilitas di pasar uang yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan pasar saham.

 

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap memiliki imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana saham. Ini dikarenakan volatilitas pada reksa dana pendapatan tetap tidak terlalu tinggi dikarenakan reksa dana pendapatan tetap merujuk pada surat utang, baik surat utang pemerintah maupun swasta.

Sementara untuk return, Reza memperkirakan reksa dana jenis ini bisa menghasilkan imbal balik sebesar 10% hingga 15% pada tahun ini. Reksa dana ini biasanya digunakan investor sebagai saving. Artinya reksa dana ini akan tetap diburu investor bila pergerakan IHSG mengalami aksi profit taking atau aksi ambil untung yang menyebabkan banyak investor menarik dananya.

 

Reksa Dana Campuran

Reksa dana ini diperkirakan dapat memberikan return sebesar 18% hingga 20%. Reksa dana ini cukup fleksibel karena bisa ditempatkan di dua produk, yakni saham dan obligasi. Investor juga bebas untuk memilih besaran porsinya.

“Ini fleksibel penempatannya, bisa 50:50 atau 60:40 antara saham dan obligasi. Ini menjadi pilihan menarik karena jika terjadi kenaikan di pasar saham maka imbal hasil menjadi lebih tinggi namun jika pasar saham sedang turun, ada return yang diperoleh dari porsi obligasi,” jelas Reza.

 

 

Tips Memilih Investasi yang Aman

Memilih investasi yang tepat artinya Anda harus tahu benar keuntungan serta risiko yang ada pada jenis investasi tersebut.

Dikutip dari Detik Finance, Direktur Utama PT BNP Paribas Investment Partners Indonesia, Vivian Secakusuma, membeberkan beberapa tips bagi masyarakat yang ingin berinvestasi agar dapat berinvestasi lebih aman.

Memilih investasi yang aman

Memilih investasi yang aman

  • Jangan mudah tergoda bunga tinggi. Menurut Vivian, tidak ada investasi di mana pun yang menjanjikan keuntungan 100%. Jangan langsung tergoda dengan iming-iming bunga yang tinggi ini, karena bunga ditentukan oleh likuiditas. Maka pilihlah yang wajar dengan menelusuri profil dan track record perusahaan terlebih dahulu.
  • Produk investasi yang cocok disesuikan dengan tingkat risiko calon investor. Setiap individu, menurut Vivian, memiliki tingkat risiko yang berbeda. misalnya saja profil kebutuhan likuiditas, usia, toleransi ataus risiko investasi, profil kebutuhan masa datang. Profil risiko juga akan menentukan komposisi aset alokasi suatu protfolio investasi pada suatu periode tertentu.
  • Memilih produk invetasi sesuai risiko. Setiap produk investasi memiliki tingkat risiko berbeda-beda.
    • Deposito. Deposito dinilai sebagai investasi dengan risiko paling kecil. Deposito juga dianggap aman karena tidak terpengaruh inflasi. Deposito menawarkan besaran bunga rata-rata sebesar 6% per tahun. Semakin kecil likuiditas suatu bank, maka bunga yang ditawarkan dalam deposito akan semakin besar dan sebaliknya.
    • Obligasi, memiliki dua pilihan yakni, obligasi korporasi dan obligasi pemerintah. Untuk obligasi korporasi, calon investor harus mengetahui kondisi perusahaan penerbit utang, seperti rating dan likuiditasnya. Calon investor dapat mengetahuinya dengan melihat peringkat obligasi yang diterbitkan.
    • Obligasi pemerintah dinilai lebih minim risiko gagal bayar. Hal ini dikarenakan risiko likuiditas ditanggung oleh pemerintah, dan pemerintah tidak mungkin mengalami krisis atau bangkrut.
    • Reksa dana. Investasi ini, menurut Vivian adalah merupakan investasi jangka panjang karena acuannya yang berdasarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Vivian menyarankan, investor yang memilih reksa dana sebaiknya hanya mengambil keuntungannya saja, apa bila sudah mendapat untung, dan jangan menarik pokok investasi. Hal ini dikarenakan pergerakan IHSG yang fluktuatif

Waspada Hindari Investasi Bodong

Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk pada saat Anda menginvestasikan dana Anda. Penipuan investasi atau investasi bodong ini bisa menimpa siapapun termasuk Anda bila tidak waspada.

Karenanya, Anda perlu berhati-hati saat memilih investasi. Bisa-bisa dana yang sudah Anda investasikan justru tidak akan berbuah keuntungan karena tertipu oleh investasi bodong tersebut.

Hindari kejahatan investasi bodong

Hindari kejahatan investasi bodong

Berikut adalah beberapa tips menghindari investasi bodong yang bisa membantu Anda, seperti dilansir pada laman CariKredit, di antaranya:

  • Hati-hati dengan produk investasi yang menjanjikan return atau imbal hasil diluar kewajaran dan di luar batas normal apalagi dalam waktu yang realtif singkat.
  • Investasi bodong biasanya menarik korbannya dengan memberikan janji-janji menggiurkan seperti bunga atau iming-iming hasil dalam waktu singkat. Karenanya, jangan mudah termakan janji-janji yang menggiurkan.
  • Pastikan penawaran investasi tersebut berasal dari perusahaan yang telah memiliki izin dari Bapepam-LK, Bappebti atau Bank Indonesia. Bila tidak maka Anda harus waspada.
  • Teliti dan periksalah terlebih dahulu penawaran dari penjual investasi yang memaksa Anda untuk mengambil keputusan saat itu juga, meskipun si penjual misalnya adalah orang yang Anda kenal dengan baik. Anda bisa memeriksa dan menelitinya melalui studi literatur lewat internet.
  • Telitilah dengan benar dan seksama ketika perusahaan investasi menunjukkan profil perusahaanya. Sepintas mungkin akan terlihat sangat profesional dan meyakinkan Anda dengan kredibilitas mereka. Namun, perusahaan investasi bodong pastinya akan memiliki banyak kejanggalan, misalnya saja ketidakjelasan manajemen pengurus atau kinerja investasi.
  • Bila Anda ingin melakukan investasi jangka panjang, maka sebaiknya pilihlah asuransi unit link. Ini dikarenakan underlying dari asuransi ini, selain untuk proteksi juga ada investasi yang sebagian besar di reksa dana.

Cermat Memilih Investasi Emas

February 19, 2013 Leave a comment

Emas masih menjadi investasi dengan daya tarik yang besar bagi para investor. Harga emas yang sempat turun ini, justru dianggap sebagai saat yang tepat untuk membeli emas bagi para investor.

Nah, untuk Anda yang juga tertarik untuk berinvestasi dengan emas, berikut adalah beberapa tips cermat dalam investasi emas dari beberapa pakar investasi yang bisa membantu Anda, yakni:

investasi emas

investasi emas

  • Biasakanlah membeli emas secara rutin. Tidak perlu yang langsung ukuran besar, cobalah membeli secara berkala emas dengan ukuran 1 gram hingga 10 gram setiap kali Anda memiliki dana lebih.
  • Pilih emas yang sesuai dengan tujuan investasi Anda. Pastikan emas yang dibeli memiliki sertifikat Antam sehingga harganya akan mengikuti pasar dan likuid.
  • Sementara itu, investasi dalam bentuk dinar menurut Rakhma Permatasari, Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan, akan lebih menguntungkan jika tergabung dalam komunitasnya. Ini supaya transaksi lebih mudah dan harga yang tetap terjaga.
  • Selanjutnya, tentukan skema investasi yang ingin digunakan. Tanpa pemahaman dan kepandaian memutar dana, investor bisa saja justru merugi. Misalkan saja gadai emas, beberapa pakar tidak menyarankan hal ini dan menganggapknya kurang tepat. Prita H. Ghozie, Perencana Keuangan ZAP Finance, dikutip dari laman Kontan mengatakan gadai emas bukanlah merupakan investasi melainkan meminjam uang.
  • Usahakan untuk membeli emas dibarengi dengan fisik emasnya agar lebih aman. Anda bisa menyimpan emas tersebut di safe deposit yang ditawarkan oleh beberapa perbankan. Saat ini jasanya masih terbilang murah yakni sebesar Rp150.000 per tahun.

Semoga sukses.

2 Tips Sederhana Investasi Saham

January 10, 2013 Leave a comment

Meski memiliki risiko investasi yang tinggi, masih banya investor yang tertarik untuk melakukan investasi saham.

Selain karena tertarik dengan keuntungan yang tinggi, risiko pada investasi saham ini masih bisa disiasti.

Dikutip dari laman VivanewsVice President Business Development & Corporate Marketing PT Indo Premier Securities, Jayawati Sukidjan, memaparkan dua hal yang penting diperhatikan oleh para investor pemulai ini, sebelum mulai berinvestasi saham. Dua hal itu adalah:

Tips investasi saham

Tips investasi saham

  • Gunakan uang yang menganggur

Pengguaaan uang yang menganggur atau uang sisa sangat dianjurkan bagi investor pemula. Hal ini dikarenakan dinilai lebih aman daripada harus menggunakan uang pinjaman dari bank atau sekuritas.

Investor yang membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman ini biasanya dikarenakan pada saat mereka menemukan momen yang tepat untuk membeli saham, dana yang dimiliki ternyata tidak mencukupi. Sehingga jalan satu-satunya adalah meminjam kepada sekuritas atau bank dengan bunga kredit.

Hal ini biasanya dilakukan oleh investor profesional, sedangkan untuk investor pemula, cara ini sangat tidak disarankan mengingat risiko kehilangan uang yang sangat tinggi. Perusahaan sekuritas bisa menjual paksa saham investor apabila debitur tidak menyetor atau melakukan penjualan pada hari ketujuh setelah pinjaman.

“Penggunaan risiko penggunaan idle money lebih sedikit daripada penggunaan dana pinjaman dari sekuritas. Jika sewaktu-waktu pasar bermasalah, uang yang semula sudah profit bisa drop,” ungkap Jayawati.

  • Cermati laporan keuangan suatu perusahaan yang menerbitkan saham

Laporan keuangan suatu perusahaan ini terakit dengan bagus tidaknya suatu perusahaan, maka dari itu, ini harus menjadi pertimbangan utama bagi para investor pemula. Pilihlah saham dari perusahaan dengan laporan keuangan yang bagus.

Inilah 4 Pertimbangan Bank Menyetujui Pengajuan Kredit

September 20, 2012 Leave a comment

Disetujui atau tidaknya pengajuan kredit kita oleh bank atau lembaga pembiyaan tempat kita mengajukannya tergantung pada layak atau tidaknya kita menerima pinjaman atau kredit dinilai oleh bank. Dalam menentukan layak tidaknya kita, calon debitur,  menerima pinjaman atau kredit dinilai berdasarkan 4 pertimbangan, yaitu: Kemampuan bayar, kredibilitas, jaminan atau agunan dan uang muka. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat satu-persatu.

Pertimbangan bank/lembaga perbankan memberikan pinjaman

 

Berikut adalah 4 hal yang menjadi pertimbangan bank atau lembaga multifinance dalam menyetujui pengajuan kredit kita, antara lain:

Pertimbangan bank dalam menyetujui pengajuan kredit

Pertimbangan bank dalam menyetujui pengajuan kredit

Kemampuan bayar

Tentunya ini menjadil pertimbangan yang paling utama, karena bank tidak mau salah memberikan dana pinjamannya pada debitur yang ternyata tidak mampu melunasi hutangnya sehingga berakhir dengan kredit macet. Bank melihat kemampuan bayar kita dengan melihat catatan keuangan calon debitur. Bank biasanya meminta kopian rekening selama 3 atau 6 bulan terakhir untuk melihat pola konsumsi calon debitur. Dari kopian rekening ini bank melihat besaan pendpatan serta pengeluaran calon debitur setiap bulannya. Kemudian, bank juga melihat baki kredit dari calon debitur. Idealnya, jumlah seluruh cicilan hutang debitur tidak boleh lebih dari sepertiga gaji bersih setiap bulannya.Lebih dari itu, pengajuan kredit kita bissaja ditolak oleh bank.

 

Kredibilitas

Bank melihat kredibilats calon debitur dengan mengecek histori kreditnya melalui ID Histori BI. Bila ternyata tercatat calon debitur memiliki kredit macet atau tunggakan tagihan kredit, calon debitur dianggap tidak kredibel alias tidak layak untuk disetujui pengajuan kreditnya.

 

Jaminan/Agunan

Agunan peting sebagai jaminan debitur untuk melunasi hutangnya. Nilai agunan, rumah/bangunan misalnya, ditentukan berdasarkan kelangkapan persyaratan administrasi sertifikat, kualitas bangunan, lokasi, dan sebagainya.

 

Uang Muka (DP)

Uang muka atau DP selain sebagai pengikat antara bank dengan debitur, juga memiliki fungsi sebagai rasa tanggung jawab debitur dengan hutangnya. Diharapkan, dengan adanya uang muka, debitur akan berusaha lebih keras dalam melunasi kreditnya.

sumber: majalah wirausaha & keuangan

Panca C atau 5C dalam Kredit, apa saja itu?

June 8, 2012 1 comment

 Mengajukan kredit ke bank memang belum tentu akan diterima. Hal ini karena bank memiliki kriteria yang mempengaruhi penilaian mereka terhadap Anda. Kriteria ini dikenal dengan istilah  5 C’s atau Panca C.

5 C’s atau Panca C dalam Kredit

Yang termasuk dalam panca 5 adalah:

5Cs dalam pengajuan kredit

5Cs dalam pengajuan kredit

  • Character (Karakter). Karakter termasuk hal yang penting dalam penilaian ini. Yang dimaksud adalah watak, sifat dan kebiasaan debitur. Hal ini dianggap sangat penting karena dari sinilah bisa dilihat Anda memiliki itikad baik untuk membayar kredit atau tidak. Informasi ini didapat bank dengan melihat data Anda di SID Bank Indonesia, atau BI checking.
  • Capacity (Kapasitas). Kapasitas adalah  kemampuan kita untuk mengembalikan pinjaman.  Selalu bayar cicilan kredit tepat waktu.  Perlu diingat, batas jumlah cicilan seluruh hutang kita sebaiknya jangan melebihi 30% penghasilan  perbulannya.
  • Collateral (Jaminan). Jaminan dibutuhkan untuk berjaga-jaga seandainya debitur tidak dapat melunasi cicilan. Biasanya semakin besar nilai jaminan, semakin tinggi poin penilaian bank.  Tapi tentu saja, Anda harus melakukan perhitungan dengan cermat terlebih dahulu, jangan sampai nilai jaminan Anda melebihi 100% nilai kredit Anda. Tentunya akan sangat rugi bila Anda memberikan jaminan berupa rumah seharga Rp400 juta untuk nilai kredit sebesar Rp100 juta saja.
  • Capital (Modal). Semakin banyak aset atau modal yang dimiliki oleh debitur semakin besar kesempatan Anda mendapatkan pinjaman kredit. Modal dan aset misalnya adalah saldo tabungan, deposito, dan aset investasi lainnya.
  • Conditions (Kondisi). Beberapa kondisi yang harus dipenuhi okeh debitur diantaranya adalah jumlah pinjaman minimal, tenor maksimal, dan usia debitur. Masing-masing bank atau pihak pemberi kredit memiliki ketetapan dan persayaratan yang berlainan mengenai kondisi ini. (raw)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.