Archive

Posts Tagged ‘kredit pemilikan rumah’

Beli Rumah dengan Take Over KPR, Ini Untung Ruginya

KPR – Take over KPR (kredit pemilikan rumah) adalah cara membeli rumah dengan mengalihkan proses kredit yang sedang berjalan dari pemilik awal (penjual) ke pemilik baru (pembeli).

Misalnya pemilik lama membeli rumah dengan KPR bertenor  15 tahun. Lalu, baru sampai 5 tahun kredit berjalan, pemilik lama ingin menjual rumah tersebut. Pembeli baru nantinya membeli rumah tersebut dengan melanjutkan proses pembayaran kredit rumah.

Take over kredit rumah ini dapat dilakukan di bank yang sama dengan pemberi kredit sebelumnya atau juga di bank yang lain lagi.

Untung Rugi Take Over KPR

Bagi Anda yang berniat untuk membeli rumah dengan cara ini, ada baiknya mengetahui untung rugi membeli rumah dengan take over KPR terlebih dulu untuk dijadikan bahan bertimbangan.

Untung Rugi Take Over KPR

Untung Rugi Take Over KPR

Keuntungan:

  • Surat-surat dan dokumen kepemilikan lebih aman dan terjamin. Ini karena biasanya rumah yang dibeli melalui KPR, pasti sudah melalui proses seleksi bank terlebih dahulu. Bank tentu akan memeriksa semua kelengkapan surat-surat atau sertifikasi pemilik, IMB yang legal, serta pembayaran pajak sebelum menyetujui pengajuan KPRnya.

Selain itu, saat Anda membeli dengan cara take over, akan melibatkan pihak bank dan notaries untuk memastikan legalitas semua dokumen yang diperlukan. Namun, ada beberapa kasus khusus dimana surat kepemilikan akan sedikit bermasalah, yang akan dibahas dibagian berikutnya.

  • Rumah siap ditempati. Karena take over dilakukan kredit berjalan beberapa waktu, artinya rumah sudah siap untuk langsung ditempati oleh pembeli. Berbeda dengan rumah baru yang dibeli di developer. Biasanya Anda harus menunggu selama beberapa waktu untuk menempatinya karena masih dalam tahap pembangunan.
  • Nilai rumah lebih tinggi. Seiring berjalannya waktu, harga rumah biasanya juga akan terus naik. Dengan membeli rumah melanjutkan kredit yang sudah berjalan, sama saja dengan Anda membeli rumah dengan harga yang lebih murah. Ini karena nilai kreditnya sesuai dengan harga yang berlaku beberapa tahun lalu. Untuk lebih pastinya, cobalah lakukan survei harga rumah di lingkungan sekitar.

Kerugian:

  • Prosesnya lebih rumit. Proses take over KPR memang lebih rumit daripada proses KPR biasa karena ada 2 proses yang dilakukan, yaitu melunasi KPR pemilik lama dan mengajukan KPR untuk pembeli baru. Namun, jangan khawatir, karena pihak bank pasti akan membantu Anda.
  • Biaya tambahan. Biaya administrasi yang dibebankan termasuk asuransi jiwa, asuransi kebakaran, serta biaya provisi kredit. Padahal, pemilik sebelumnya juga telah membayar biaya-biaya tersebut (secara KPR).
  • Bunga kredit lebih tinggi. Bank biasanya membebankan bunga yang lebih tinggi untuk KPR rumah bekas dibandingkan dengan bunga kredit untuk rumah baru.
  • Biaya perbaikan. Mengingat rumah yang dibeli bukanlah rumah baru, maka pastinya akan ada beberapa kerusakan, baik besar maupun kecil. Karenanya Anda harus menyediakan dana lebih untuk biaya perbaikan ini.
  • Surat-surat belum beres. Meski biasanya memang kelengkapan surat dalam take over kredit lebih terjamin, namun ada saja kasus di mana surat-suratnya ternyata belum beres atau lengkap. Biasanya hal tersebut terjadi bila membeli rumah secara langsung dari developer. Untuk itu, periksa dengan seksama sertifikat kepemilikan (pemecahan sertifikat dari developer), IMB, serta pajak-pajaknya.

Semoga bisa bermanfaat. (znm)

Jangan Tunda Beli Rumah atau KPR

KPR – Rumah sebagai kebutuhan pokok manusia tentunya semua orang juga tahu. Sayangnya tidak semua orang merasa perlu memiliki rumah sesegera mungkin. Ada beberapa orang yang memilih untuk membeli hal-hal lain terlebih dahulu, misalnya mobil, daripada untuk membeli rumah pribadi atau mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah). Padahal tidak jarang mereka telah memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah tersebut.

Alasan Orang Menunda Membeli Rumah atau KPR

Ada beberapa alasan mengapa orang memilih untuk menunda pembelian rumahnya. Berikut adalah beberapa alasan tersebut, serta mengapa seharusnya alasan itu tidak membuat Anda menunda pengajuan KPR atau pembelian rumah Anda, antara lain:

Jangan Tunda Beli Rumah dan KPR

Jangan Tunda Beli Rumah dan KPR

  • Lokasi Jauh

Saat ini, perumahan yang terletak di dekat pusat kota tentunya sudah jarang. Sayangnya, masih banyak juga orang yang menolak untuk membeli rumah di daerah pinggiran yang jauh dari pusat kota meskipun ditawarkan dengan harga murah dan dengan promo KPR yang menarik. Anda harus mulai membuang pola pikir “ah, jauh” ini dan ganti dengan “mumpung jauh jadi masih murah kalo sudah dekat pasti mahal”.

Karena, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan pembangunan, lokasi yang tadinya terasa jauh bisa menjadi dekat. Misalnya saja tahun 90-an daerah Tangerang masih dianggap “hutan”, sehingga tidak banyak yang ingin membeli rumah di daerah tersebut, namun kini sudah merupakan daerah perkotaan dengan nilai investasi yang menarik.

  • Persyaratan Tidak Lengkap

Kadang ada juga yang menunda atau membatalkan pengajuan KPR-nya saat mengetahui beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ternyata tidak lengkap atau masih harus diurus lagi. Misalnya saja tidak ada slip gaji karena merupakan wiraswasta dan sebagainya.

Sangat disayangkan bila karena malas mengurus kelengkapan KPR ini Anda kemudian tidak jadi untuk membeli rumah. Cobalah bicarakan masalah tersebut dengan jujur dan terbuka kepada developer atau marketing perumahan tersebut. Mereka pasti mau membantu Anda.

  • Tidak Memiliki Uang Cukup

Ini merupakan alasan yang cukup kuat untuk menunda membeli rumah. Namun bukan berarti tidak bisa. Cobalah cari proyek perumahan yang masih berupa indent atau tanah kosong. Nah selagi masa pembangunan, selama 5 bulan hingga 1 tahun, Anda bisa menabung uang untuk uang mukanya.

Namun jangan lupa untuk memastikan mengenai kebenaran pembanguan perumahan tersebut. Jangan sampai Anda tertipu dengan proyek bohong.

Meski seharusnya tidak ditunda, tapi bukan berarti harus tergesa-gesa. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan beberapa hal penting saat membeli rumah yang harus dipertimbangkan agar tidak merugi. Semoga membantu. (raw)

Tips Ajukan KPR untuk Rumah Bekas

April 26, 2013 Leave a comment

Bila sebelumnya telah dibahas mengenai kelebihan dan kekurangan membeli rumah bekas, kali ini aklan dibahas mengenai beberapa tips dalam mengajukan kpr rumah bekas. KPR atau kredit pemilikan rumah, memang tidak hanya ditujukan untuk rumah baru saja, namun juga untuk rumah second atau bekas.

Cara pengajuannya secara garis besar tidak berbeda jauh dengan pengajuan KPR untuk rumah baru. Hanya saja, bila biasanya Anda membeli rumah baru, KPR akan langsung diurus oleh bank yang telah bekerjasama dengan pengembang, maka untuk KPR rumah bekas tidak seperti itu. Terutama bila Anda membeli langsung secara perorangan, maka Anda mencari sendiri bank yang mau memberikan pembiayaan KPR rumah bekas tersebut.

Tips KPR Rumah Bekas

Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam mempersiapkan pengajuan KPR untuk rumah bekas, di antaranya:

Tips KPR Rumah Second atau Bekas

Tips KPR Rumah Second atau Bekas

Hitung Kemampuan Beli
Jumlah Angsuran KPR per bulan yang disetujui oleh bank adalah maksimal 30% dari gaji tetap Anda setiap bulannya. Jumlah gaji  ini bisa ditambahkan dengan jumlah pendapatan pasangan Anda (pendapatan gabungan).

Biaya lain yang juga harus Anda masukkan dalam hitungan adalah uang muka KPR sebesar 30%, pajak 5% dari harga rumah, serta biaya administrasi antara 5% hingga 7% dari nilai kredit.

Negosiasikan Harga
Sebelum Anda bernegosiasi dan mendapatkan kesepakatan jumlah harga dengan penjual rumah, jangan ajukan KPR ke bank dulu.lakukanlah survei terlebih dahulu, agar mendapatkan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan Anda dan tidak berbeda jauh dengan harga pasaran yang ada.

Persiapkan Persyaratan Pengajuan Kredit
Secara garis besar, syarat untuk mengajukan KPR rumah baru dan rumah bekas sama, meski ada beberapa yang. Beberapa persyaratan khusus untuk mengajukan KPR rumah bekas antara lain adalah:

  • Fotocopy Sertifikat Hak Milik (SHM),
  • Ijin Membangun Bangunan (IMB),
  • PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tahun terakhir.

Kopian tersebut harus Anda minta dari penjual. Lengkapi dan periksa kembali semua persyaratan agar proses pemeriksaan dan persetujuan KPR lancar.

Jangan Hanya ke Satu Bank Saja
Mengajukan KPR ke lebih dari satu bank selain akan memperbesar kesempatan Anda untuk mendapatkan KPR, juga bisa menghemat waktu bila ternyata pengajuan KPR Anda tidak disetujui oleh satu bank. Anda jadi tidak perlu mengulang dari awal proses pengajuannya. Selain itu, hal ini juga memberikan Anda pilihan dan memiliki posisi tawar.

Notaris
Bank selajutnya akan melakukan appraisal (penilaian) terhadap harga rumah, setelah berkas diserahkan. Bank juga memberikan kuasa pada notaris untuk mengecek keabsahan surat-surat dokumen rumah dan tanah (IMB, PBB, sertifikat tanah) yang ditinjau. Bank bisa menolak pengajuan kredit Anda bila surat-surat tersebut dinilai meragukan oleh notaris.

Akad Kredit
Bila dokumen-dokumen Anda dianggap valid oleh notaris, maka bank menilai Anda layak mendapatkan KPR. Selanjutnya Anda dan penjual akan melakukan akad kredit di depan notaris. Setelah akad, Anda akan membayar DP atau uang muka kepada penjual dan sisanya akan dibayar oleh bank kepada penjual sesuai dengan batas kredit yang disetujui.

Perjanjian Tambahan
Perjanjian tambahan dengan penjual diperlukan untuk memperkuat posisi Anda dalam hukum. Terutama terkait dengan harga yang sudah ditetapkan agar tidak berubah, serta berhubungan dengan waktu pengosongan rumah oleh penghuni lama atau penjual.

Semoga membantu

Keuntungan Kekurangan Beli Rumah Bekas

April 19, 2013 1 comment

Meski memiliki embel-embel “bekas” rumah bekas, terutama di daerah yang startegis, masih terus diburu. Bahkan di beberapa lokasi, harga rumah bekas bisa saja melambung tinggi dibandingkan dengan harga rumah baru.  Meski begitu, banyak juga masyarakat yang berminat untuk membeli rumah bekas.

Hal ini tidak lepas dari beberapa kelebihan yang ada pada rumah second atau bekas, dibandingkan dengan rumah baru. Misalnya saja, fasilitas seperti listrik, air, atau penunjang lainnya yang sudah tersedia.

Selain keuntungan tersebut, masih ada beberapa keuntungan dan kekurangan dari rumah bekas.

Keuntungan dan Kekurangan Membeli Rumah Bekas

Kekurangan keuntungan beli rumah bekas

Kekurangan keuntungan beli rumah bekas

Berikut kelebihan dan kekurangan dari membeli rumah bekas menurut Supriyadi Amir dalam bukunya Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal, yakni:

Kelebihan

  • Bentuk dan kualitas bangunan bisa terlihat langsung, karena bangungan rumahnya sudah ada.
  • Lingkungan sosial sudah terbentuk. Mulai dari tetangga, sistem keamanan, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya.
  • Sudah tersedia infrastruktur, seperti jalanan, sambungan listrik dan air, dan mungkin taman.
  • Harga rumah dapat ditawar, sehingga pembeli bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Terutama bila pemilik lama sedang membutuhkan uang.
  • Rumah dapat langsung ditempati begitu urusan jual-beli selesai.
  • PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) relatif lebih murah daripada  rumah baru.
  • Risiko investasi properti yang kecil disebakan lingkungan penunjang yang sudah mapan.
  • Pemilik baru jadi lebih mudah beradaptasi karena semua fasilitas telah tersedia.

Kekurangan

  • Berbeda dengan perumahan baru yang memiliki beragam tipe, lokasi dan harga jual, pilihan dalam rumah second terbatas hanya pada yang ditawarkan saja.
  • Beberapa rumah memiliki desain bangunan yang ketinggalan zaman
  • Pemilik baru tidak mengetahui bahan dan kualitas bangunan. Sehingga ada kemungkinan pemilik baru perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikan dan perawatan di awal pembelian.
  • Dengan bentuk bangunan yang sudah permanen, maka harus diubah dengan renovasi jika tidak cocok dengan pemilik baru.
  • Kualitas Rumah yang sudah menurun karena  kekuatan kontruksi yang sudah melebihi 20 tahun. Sehingga akan sulit untuk direnovasi sebagian saja. Maka, pilihan yang terbaik adalah dengan melakukan renovasi total yang akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit

Semoga membantu.

Ini Dia Daftar Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah di Bawah 10%

February 4, 2013 Leave a comment

Bagi Anda yang ingin membeli rumah dengan cara kredit atau KPR (kredit pemilikan rumah) maka penting sekali untuk melihat-lihat suku bunga yang ditawarkan oleh perbankan sebelum menentukan bank mana yang ingin Anda manfaatkan fasilitas KPR-nya. Besaran suku bunga ini penting karena menetukan berapa besarnya dana yang harus Anda keluarkan tiap bulannya untuk membayar cicilan KPR.

Untuk mengetahui besarnya suku bunga KPR ini Anda bisa melihatnya di situs-situs resmi perbankan atau surat kabar yang merilis suku bunga KPR. Untuk menghemat waktu, Anda juga bisa melihat daftar suku bunga KPR yang dirilis oleh Bank Indonesia melalui situs resminya.

suku bunga rendah KPR

suku bunga rendah KPR

Melalui situs resminya, Bank Indonesia (BI) menerbitkan daftar suku bunga dasar kredit (SBDK) terbaru dari seluruh perbankan di Indonesia. SBDK yang dipublikasikan setiap bulan ini berasal dari bank umum konvensional dengan total aset minimal Rp10 triliun.

Untuk awal tahun 2013 ini, BI telah menerbitkan SBDK terbaru pada awal Januari 2013. Suku bunga dasar kredit ini dirilis berdasarkan suku bunga yang berlaku pada akhir Desember 2012 lalu.  Dari data terdapat 14 perbankan yang menawarkan suku bunga KPR rendah alias di bawah 10%.

Daftar Bank dengan Suku Bunga Rendah

Berikut adalah daftar 14 bank dengan bunga KPR rendah di bawah dua digit sesuai dengan data SBDK Bank Indonesia pada awal Februari 2013.

  • BPD Jawa Tengah 6,67%
  • BPD Jawa Barat dan Banten 7,96%
  • BPD Bali 8,07%
  • Standard Chartered Bank 8,24%
  • HSBC 8,50%
  • BPD Sumatera Utara 8,57%
  • Bank Artha Graha International 8,71%
  • ANZ Panin Bank 8,90%
  • BPD Jawa Timur 8,99%
  • ICBC Indonesia 9,00%
  • BPD Kalimantan Timur 9,17%
  • Bank UOB Indonesia 9,34%
  • Bank Central Asia (BCA) 9,50%
  • Bank Victoria International 9,68%

SBDK yang tercantum di situs BI ini bisa saja berbeda dengan suku bunga yang dipublikasikan pada papan pengumuman setiap kantor atau situs resmi bank dan atau surat kabar, karena menggunakan posisi data yang berbeda.  Semoga bermanfaat.

Memulai Usaha Pengembang Properti

January 10, 2013 Leave a comment

Apakah Anda berniat untuk membangun bisnis di bidang properti terutama menjadi pengembang properti. Jika iya, maka tidak ada salahnya menyimak tips bisnis di bidang properti tersebut.

Dikutip dari Bisnis Vivanews, Bong Chandra, praktisi properti di Indonesia memberikan tips bagi para pengusaha properti di Indonesia khususnya pengusaha pemula agar dapat menjadi pengusaha properti yang sukses.

Berikut adalah tips sukses menjadi pengembang properti yang sukses, di antaranya:

Tips untuk pengembang properti pemula

Tips untuk pengembang properti pemula

  • Waktu

Ini merupakan faktor yang penting. Analisa terlebih dulu kesiapan masyarakat sekitar dengan keberadaan perumahan/apartemen. Bong mencontohkan, seorang pengusaha properti bisa saja mendapat lokasi yang bagus di Manado, namun karena masyarakat sekitar belum siap akan adanya apartemen, akhirnya tidak akan laku.

Karenanya, penguasaan daerah dan pemahaman budaya masyarakat di sekitar menentukan sukses tidaknya properti yang akan dibangun.

  • Kepercayaan

Kepercayaan atau trust ini dapat dibangun dengan menjalin kerjasama dengan bank-bank besar. Bank besar sudah pasti telah melakukan uji kelayakan sebelum bekerjasama dengan pengembang properti. Cara lain membangun kepercayaan adalah dengan menggunakan nama besar tokoh masyarakat untuk menjadi komisaris.

“Mantan menteri diangkat jadi komisaris utama dan melakukan ground breaking. Ini dapat meningkatkan kepercayaan,” ujar Bong.

Perlu diingat, kepercayaan kepada developer akan sejalan dengan pengalaman. Konsumen tentunya tidak akan suka bila diabaikan oleh developer. Developer yang baik akan membangun “estate developer” di propertinya untuk membantu konsumen penghuni.

  • Strategi Harga

Buatlah unti-unit dengan ukuran yang lebih kecil dengan program cicilan yang lebih panjang untuk membuat efek psikologis yang lebih murah di mata konsumen. Dengan strategi ini, pengembang dapat menjual rumah dengan harga yang yang lebih mahal per meternya.

  • Konsep

Konsep yang jelas akan menetukan kesuksesan suatu properti. Banyak properti murah yang tetap tidak laku karena konsep yang tidak jelas. Setelah memiliki konsep yang jelas, selanjutnya pengembang harus membangun pusat keramaian terlebih dahulu agar properti yang akan dibangun dapat hidup.

  • Unit Terbatas

Bangunlah properti dengan unit-unit yang terbatas sehingga tidak terjadi over supply, dan dapat menjaga agar harga tetap tinggi. Misalnya pengembang berniat untuk membangun 1.000 rumah, maka jangan langsung membangun 1.000 rumah sekaligus. Pecahlah menjadi unit-unit kecil seperti per 100 rumah. Nanti, ketika sudah terjual 70 unit, pasanglah iklan terjual 70 persen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen untuk membeli rumah.

  • Lokasi

Lokasi yang sukses untuk membangun dan mengembangkan properti saat ini tidak hanya berada di wilayah tengah kota, namun juga di daerah pinggiran. Hal yang terpenting adalah aksesibilitas menuju area properti. Maka bangunlah jalan yang lebas untuk mempermudah akses masuk ke perumahan/apartemen.

  • Area Komersial

Area komersial diperlukan untuk menarik calon konsumen. Cobalah cari anchor tenant seperti Carrefour, Bioskop, atau Gramedia, yang merupakan tujuan utama pengunjung. Pengusaha bisa juga memberikan sedikit privilage kepada main anchor agar mau membuka di area perumahan.

“Berikan harga miring atau diskon kepada anchor tennant, rugi sedikit tidak apa-apa karena dapat menarik orang dan akan  meningkatkan nilai investasi,” papar Bong.

Tips Oper Kredit KPR

November 26, 2012 Leave a comment

Oper Kredit KPR atau take over KPR adalah proses pengalihan kredit dari debitur lama (penjual) ke pihak debitur baru (pembeli). Dengan kata lain, debitur baru membeli rumah dengan cara melanjutkan pembayaran cicilan dari debitur lama.

Secara umum oper KPR tidak berbeda jauh dengan pengajuan KPR baru.

Dalam Proses oper kredit KPR ini terdapat tiga pihak yangterlibat. Pihak pertama sebagai penjual adalah debitur lama dan pihak kedua sebagai pembeli adalah debitur baru. Sedangkan pihak ketiga adalah lembaga atau bank pemberi kredit pemilikan rumah (KPR).

Agar aman, oper kredit KPR sebaiknya dilakukan di bank secara legal. Hal ini tentunya agar tidak merugikan baik pembeli maupun penjual di kemudian hari.

Nah, untuk Anda yang berminat melakukan oper kredit KPR, tidak ada salahnya untuk mencermati beberapa tips yang perlu Anda lakukan saat hendak melakukan oper kredit rumah agar aman, seperti dilansir pada iDea Online berikut ini:

Oper Kredit KPR

Oper Kredit KPR

  1. Periksa dengan seksama kondisi rumah, lingkungan serta fasilitas oper KPR
  2. Perhitungkan nilai cicilan transaksi. Nilai transaksi ini mencakup nilai jual rumah, besaran saldo hutang pokok, dan besaran sisa ngsuran kredit yang masih harus dibayar.
  3. Cek riwayat pembayaran pemilik lama.
  4. Perhatikan keabsahan dan kelangkapan surat-surat atau sertifikat rumah.
  5. Perhatikan kemudahan pembayaran angsuran melalui bank yang ditunjuk.
  6. Lakukan proses oper kredit secara legal di hadapan pemilik rumah, bank, dan notaris.

Semoga membantu.

Perbaiki Keuangan Anda Sebelum Mengajukan KPR

November 19, 2012 Leave a comment

Membeli rumah sudah pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bahkan bisa jadi ini merupakan pengeluaran terbesar Anda. Karenanya, sebelum Anda mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah) ada baiknya untuk terlebih dahulu mengatur pengeluaran keuangan Anda sehingga kantung Anda tidak kedodoran.

Dilansir pada Property Okezone Safir Senduk, pakar keuangan, memberikan beberapa tips untuk mengatur keuangan dan memperbaiki penampilan keuangan Anda sebelum mengajukan KPR, yaitu:

Memperbaiki Keuangan Sebelum Mengajukan KPR

Memperbaiki Keuangan Sebelum Mengajukan KPR

Perbaiki catatan Rekening Bank Anda

Selain slip gaji, biasanya bank juga akan meminta catatan rekening bank Anda, berupa rekening koran atau buku tabungan, sebagai salah satu syarat untuk permohonan KPR Anda. Ini untuk membuktikan bahwa memang benar ada uang masuk di rekening sesuai dengan jumlah yang terncantum pada slip gaji Anda.

Nah, untuk Anda yang berpenghasilan secara tunai, maka usahakan untuk langsung menyetorkan penghasilan Anda ke bank, sebelum menggunakannya untuk keperluan lain. Dengan begitu, Anda bisa membuktikan bahwa Anda memiliki penghasilan secara rutin setiap bulannya.

Jangan lupa, usahakan rekening Anda tersebut menunjukkan pemasukan penghasilan sekitar minimal tiga sampai enam bulan terakhir.

 

Lancar bayar hutang Anda yang lain

Ketikan Anda mengajukan permohonan KPR, bank akan menganalisa dan memperkirakan kondisi keuangan Anda, yaitu dengan melihat pernah atau tidaknya Anda mengalamai kredit macet. Bila ternyata Anda pernah memiliki kredit macet, bank bisa menolak permohonan kredit Anda karena tidak ingin mengambil resiko hal yang sama juga terjadi pada mereka. Karena itu, sebisa mungkin lancarkan pembayaran hutang lain Anda, misalnya kartu kredit atau kredit lainnya pada bank.

Bila ternyata Anda terlanjur memiliki kredit macet baru-baru ini, maka sebaiknya tunda dulu pengajuan kredit pemilikan rumah Anda. Lunasi dulu hutang Anda dan baru ajukan kredit kembali sekitar setidaknya 12 bulan kemudian. Diharapakan, setelah 12 bulan ini, kondisi keuangan Anda sudah baik kembali.

 

Atur porsi cicilan utang Anda

Bank akan menolak permintaan KPR Anda bila total cicilan utang atau kredit Anda, termasuk KPR bila dikabulkan adalah sepertiga atau 33% dari penghasilan Anda.

Hal ini dikarenakan, seandainya Anda kesulitan membayar pengeluaran untuk kepentingan rumah tangga Anda yang lain, Anda tergoda untuk mengambil jatah yang seharusnya dibayar untuk membayar cicilan hutang. Bila sudah begini, cicilan KPR Anda dikhawatirkan bisa tidak terbayar setiap bulannya karena dipakai untuk keperluan lain.

Maka dari itu, agar permohonan KPR Anda diterima oleh bank, kurangilah dulu porsi cicilan utang Anda agar cukup ketika ditambah dengan cicilan KPR.

 

Semoga bermanfaat.

Tips Untung Beli Rumah Bekas

September 12, 2012 Leave a comment

Membeli rumah bekas tentunya perlu ekstra hati-hati. Karena kondisinya yang telah dipakai oleh orang lain atau bekas jadi tentunya banyak yang mesti harus diperhatikan dengan benar.  Mulai dari kondisi bangunan hingga segi hukum dari rumah tersebut tentunya tidak boleh luput dari perhatian kita.

Tips Untung Beli Rumah Bekas

Nah, agar tidak terjadi kerugian ketika membeli rumah, berikut adalah tips agar aman dan untung dalam membeli rumah bekas, di antara:

Membeli rumah bekas menguntungkan

Membeli rumah bekas menguntungkan

  • Pilih rumah dengan kawasan yang tingkat huniannya tinggi dan berkembang. Mengapa? karena ini menjamin pertumbuhan investasi rumah tersebut.
  • Cek legalitas hukum rumah tersebut. Minta si pemilik untuk menunjukkan bukti kepemilikan rumah dan tanah berupa sertifikat.  Lalu cek dan pastikan nama penjual sama dengan nama yang ada pada sertifikat tersebut.
  • Periksa izin mendirikan bangunannya. Jangan sampai ternyata bangunan atau rumah tersebut belum memiliki izin bangunan yang tentunya akan merugikan Anda nantinya.
  • Cocokkan tata ruang dengan kebutuhan Anda. Meski Anda selalu bisa merenovasi rumah nantinya, tentunya akan lebih hemat bial ruang yang ada telah sesuai dengan kebutuhan.
  • Periksa kondisi fisik bangunan. Apakah ada bagian yang harus diperbaiki atau renovasi. Perkirakan biaya perbaikan dan penggantian yang mesti Anda keluarkan nantinya.
  • Cek fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, air bersih, penerangan jalan, saluran air, sarana kesehatan, olah raga, telepon, sarana ibadah, dan lainnya.
  • Pastikan fasilitas penunjang kebutuhan hidup seperti sekolah, rumah sakit, pasar, pusat perbelanjaan, dan lainnya berada tidak begitu jauh. Minimal tersedia transportasi umum yang terjangkau dan memiliki akses 24 jam.
  • Tawar harga rumah 70-80% dari nilai pasar. Anda bisa menggunakan jasa konsultan untuk menaksir rumah yang ingin Anda beliatau  bertanya kepada agen properti atau penduduk sekitar mengenai harga rumah dengan tipe yang sama dan dijual di sekitar wilayah tersebut untuk mengetahui harga pasarannya.

Semoga membantu.

3 Poin Penting dalam KPR Rumah Bekas

July 24, 2012 1 comment

Pasar KPR rumah bekas di Indonesia tidak kalah meriah dengan pasar rumah baru. Banyaknya permintaan akan rumah bekas ini karna masyarakat menginginkan rumah di suatu tempat namun sudah tidak ada lagi tanah atau lahan yang bisa dibangun. Sehingga, membeli rumah bekas menjadi jalan keluarnya. Secara mendasar, proses dan pengajuan KPR rumah bekas tidak berbeda jauh dengan KPR rumah baru, namun ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan.

 

Hal Penting dalam Mengajukan KPR Rumah Bekas

 

Berikut adalah beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat mengajukan kredit

Poin penting membeli rumah bekas dengan KPR

Poin penting membeli rumah bekas dengan KPR

 

  • Uang Muka KPR. Sehubungan dengan diberlakukannya peraturan baru dari Bank Sentral mengenai jumlah maksimal LTV (Loan to Value), nilai maksimal pinjaman yang bisa diberikan oleh bank kepada pembeli adalah sebesar 70%. Sisanya yang 30% berarti harus dibayarkan sendiri oleh debitur berupa uang muka.

 

  • Biaya Appraisal (Penilaian Aset). Appraisal adalah proses penilaian aset (rumah) oleh bank untu mengetahui nilai rumah tersebut. Hasil dari penilaian ini bisa berbeda dengan hasil kesepakatan antara pemilik lama dengan pembeli. Jika Bank menilai rumah tersebut lebih rendah daripada harga yang diberikan penjual, maka pembeli harus merogoh koceknya lebih dalam lagi untuk uang muka.

 

  • Biaya tambahan. Biaya yang dibebankan oleh bank untuk KPR rumah bekas ini terdiri atas biaya provisi, biaya appraisal, biaya notaris, biaya asuransi, biaya Akta Jual Beli (AJB) dan biaya Akta Pengalihan Hak Tanggungan (APHT). Total dari semua biaya tersebut bisa melebihi dari 5% plafon kredit. Sebaiknya persiapkan terlebih dahulu semua biaya ini agar pengajuan KPR Anda bisa lebih lancar. Selain biaya diatas, pembeli juga dikenai pajak.

Semoga bermanfaat. (raw)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.