Uncategorized

Membeli rumah bekas, untung atau rugi?

Setiap orang memiliki selera yang berbeda dalam menentukan hunian yang cocok untuk dirinya dan keluarga. Ada yang lebih menyukai apartemen, rumah baru dengan tipe minimalis dan modern, ada juga yang memilih rumah bekas atau seken. Ya, rumah bekas ternyata juga diminati. Ada beberapa alasan, entah karena harganya yang lebih murah atau karena letaknya yang strategis. Daerah rumah bekas yang paling diminati misalnya daerah Pondok Indah. Meski begitu, masih ada beberapa orang yang ragu untuk membeli rumah bekas dengan berbagai alasan, seperti bentuk rumah yang kuno atau karena bekas rumah orang sehingga tidak nyaman.

Nah, kalau Anda juga berniat untuk membeli rumah dan masih bingung antara membeli rumah baru atau rumah lama, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari rumah seken yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Kelebihan membeli rumah bekas

 

Beberapa keuntungan yang bisa didapat dari rumah bekas, di antaranya:

membeli rumah bekas atau seken
membeli rumah bekas atau seken
  • Pembeli dapat langsung melihat bentuk dan kualitas dari rumah tersebut karena sudah langsung ada bangunannya.
  • Harga yang lebih murah dibandingkan rumah baru, apalagi jika Anda membelinya langsung dari pemilik yang sedang membutuhkan uang. Rumah juga bisa langsung ditempati setelah proses jual-beli selesai.
  • Lingkungan sosial seperti tetangga, sistem keamanan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan fasilitas pendukung lainnya yang sudah terbentuk.
  • Infrastruktur seperti jalanan, sambungan listrik, dan air yang sudah tersedia. Dengan telah tersedianya semua fasilitas ini akan membuat pemilik baru akan lebih beradaptasi.
  • Kecilnya resiko investasi properti karena lingkungan penunjang sudah terjamin.
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang relatif lebih murah dari rumah baru.

Kekurangan membeli rumah bekas

 

Selain keuntungan, rumah bekas juga memiliki kekurangan bagi pembeli, seperti:

  • Karena lokasi rumah bekas biasanya berada di lingkungan yang sudah terisi, Anda akan memiliki pilihan tipe dan harga yang terbatas.
  • Resiko pengeluaran biaya tambahan untuk biaya perbaikan.Karena rumah lama maka tentunya akan ada kerusakan baik sedikit ataupun banyak. Pemilik baru juga mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi untuk biaya renovasi jika ternyata kadang desain bangunan yang sudah ada ketinggalam zaman. Bila ini tidak cocok dengan pemilik baru, bisa jadi harus dilakukan renovasi.
  • Renovasi juga harus dilakukan bila rumah yang lama telah berusia melebihi 20 tahun karena biasanya  memiliki kualitas yang tidak bagus lagi.
  • Nilai bangunan akan menurun dalam kurun waktu 20 tahun.
  • Anda harus sangat teliti saat membeli rumah bekas seperti dengan memastikan bahwa rumah itu bebas sengketa. Selain itu Anda juga harus mengecek sertifikat tanah dan bangunan.

Selamat membeli rumah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s