informasi umum · kredit · kredit kendaraan · kredit motor · kredit multiguna · kredit tanpa agunan · Kredit Usaha · KTA · tips n triks

Inilah 4 Pertimbangan Bank Menyetujui Pengajuan Kredit

Disetujui atau tidaknya pengajuan kredit kita oleh bank atau lembaga pembiyaan tempat kita mengajukannya tergantung pada layak atau tidaknya kita menerima pinjaman atau kredit dinilai oleh bank. Dalam menentukan layak tidaknya kita, calon debitur,  menerima pinjaman atau kredit dinilai berdasarkan 4 pertimbangan, yaitu: Kemampuan bayar, kredibilitas, jaminan atau agunan dan uang muka. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat satu-persatu.

Pertimbangan bank/lembaga perbankan memberikan pinjaman

 

Berikut adalah 4 hal yang menjadi pertimbangan bank atau lembaga multifinance dalam menyetujui pengajuan kredit kita, antara lain:

Pertimbangan bank dalam menyetujui pengajuan kredit
Pertimbangan bank dalam menyetujui pengajuan kredit

Kemampuan bayar

Tentunya ini menjadil pertimbangan yang paling utama, karena bank tidak mau salah memberikan dana pinjamannya pada debitur yang ternyata tidak mampu melunasi hutangnya sehingga berakhir dengan kredit macet. Bank melihat kemampuan bayar kita dengan melihat catatan keuangan calon debitur. Bank biasanya meminta kopian rekening selama 3 atau 6 bulan terakhir untuk melihat pola konsumsi calon debitur. Dari kopian rekening ini bank melihat besaan pendpatan serta pengeluaran calon debitur setiap bulannya. Kemudian, bank juga melihat baki kredit dari calon debitur. Idealnya, jumlah seluruh cicilan hutang debitur tidak boleh lebih dari sepertiga gaji bersih setiap bulannya.Lebih dari itu, pengajuan kredit kita bissaja ditolak oleh bank.

 

Kredibilitas

Bank melihat kredibilats calon debitur dengan mengecek histori kreditnya melalui ID Histori BI. Bila ternyata tercatat calon debitur memiliki kredit macet atau tunggakan tagihan kredit, calon debitur dianggap tidak kredibel alias tidak layak untuk disetujui pengajuan kreditnya.

 

Jaminan/Agunan

Agunan peting sebagai jaminan debitur untuk melunasi hutangnya. Nilai agunan, rumah/bangunan misalnya, ditentukan berdasarkan kelangkapan persyaratan administrasi sertifikat, kualitas bangunan, lokasi, dan sebagainya.

 

Uang Muka (DP)

Uang muka atau DP selain sebagai pengikat antara bank dengan debitur, juga memiliki fungsi sebagai rasa tanggung jawab debitur dengan hutangnya. Diharapkan, dengan adanya uang muka, debitur akan berusaha lebih keras dalam melunasi kreditnya.

sumber: majalah wirausaha & keuangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s