KPR

Tips Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)

Apartemen menjadi pilihan hunian di perkotaan. Hal ini dikarenakan ketersediaan tanah untuk hunian yang semakin berkurang.

Dengan tingginya kebutuhan akan apartemen ini, perbankan pun menyediakan fasilitas KPA (kredit pemilikan apartemen) yang bisa dimanfaatkan untuk mencicil apartemen.

Panangian Simanungkalit, ahli properti, membagi tips mengajukan KPA melalui bukunya, “Menjadi Kaya Melalui Properti“, di antaranya:

Kredit pemilikan apartemen KPA
Kredit pemilikan apartemen KPA
  • Hitung besaran dana yang dibutuhkan. Caranya, hitung harga apartemen dikurangi dengan uang muka sehingga menghasilkan pokok pinjaman yang diperlukan. Misalnya, harga apartemen Rp400 juta dengan uang muka Rp120juta, maka pokok pinjaman adalah Rp280 juta.
  • Hitung besar tabungan dan harta lain yang Anda miliki.  Pisahkan berdasarkan likuiditasnya atau mudah atau tidaknya untuk dicairkan menjadi uang. Harta yang termasuk bersifat likuid selain tabungan dan deposito adalah perhiasan emas, berlian, dan kendaraan. Sedangkan, harta seperti tanah dan rumah memerlukan waktu yang relatif lama untuk diuangkan.
  • Bandingkan antara aset yang dimiliki dengan harga apartemen yang akan dibeli. Ini untuk melihat besarnya kolom aset Anda saat ini dan setelah apartemen dibeli.
  • Jumlahkanlah pendapatan Anda dengan pasangan atau joint income (bila Anda telah menikah) dengan realistis. Kumpulkan data pendapatan Anda dan pasangan mulai dari pendapatan utama, hingga pendapatan sampingan dan pendapatan lain yang bersifat tetap dan rutin
  • Kumpulkan data riil semua pengeluaran Anda. Mulai dari yang bersifat rutin bulanan, hingga pengeluaran tahunan dan pengeluaran insidental. Masukkan rencana-rencana besar Anda dalam 10 atau 15 tahun ke depan atau sesuai dengan masa angsuran KPA Anda. Misalnya saja rencana renovasi rumah di tahun 2016, membiaya kuliah anak di tahun 2022 dan rencana liburan di tahun 2018, perkirakanlah biaya yang akan dikeluarkan.
  • Cari informasi mengenai bank-bank yang memiliki fasilitas KPA dan  bandingkanlah di antara bank-bank tersebut. Misalnya persyaratan KPA, suku bunga, biaya-biaya lain (provisi, asuransi, notaris, dan lainnya), fasilitas apa saja yang diberikan oleh bank, serta biaya penalti.
  • Pertimbangkan juga kedekatan Anda dengan bank tersebut. Kedekatan ini merupakan salah satu faktor yang akan memudahkan Anda mengajukan KPA. Misalnya saja Anda pernah mengambil kredit di satu bank dan pembayaran tagihan Anda tidak bermasalah. Maka kemungkinan besar bank tersebut akan mau memberikan pinjaman lagi, dalam hal ini KPA, kepada Anda. Mereka tidak perlu lagi melakukan survei mendalam, cukup dengan meng-update data-data Anda. Selain itu, suku bunga pun akan bisa Anda negosiasikan.
  • Perhitungkan bunga. Tidak hanya besaran suku bunga tapi juga metode penghitungan bunga. Bunga yang bersifat fixed merupakan yang paling mahal karena dihitung terhadap pokok utang pada saat akad kredit. Padahal, pokok utang itu setiap bulannya berkurang.
  • Pilih notaris yang memiliki reputasi baik. Biasanya bank memang telah menyediakan notarisnya sendiri, namun Anda bisa coba tanyakan kemungkinan untuk menggunakan notaris langganan Anda (bila ada).
  • Persiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan KPA.
  • Siapkan langkah antisipasi bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, misalnya saja tidak mampu membayar tagihan di kemudian hari. Anda bisa menyiapkan beberapa antisipasi, misalnya menjual apartemen secara lelang atau oper kredit (tagihan diteruskan oleh pihak lain).

Semoga pengajuan KPA Anda dapat berjalan lancar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s