Asuransi · properti · Uncategorized

Mengenal Klasifikasi Kebakaran dan Pencegahannya

Kebakaran merupakan musibah yang pastinya ingin dihindari siapa saja. Bagaimana tidak, kerugian yang ditimbulkannya sangat besar, tidak hanya harta namun juga nyawa. Asuransi kebarakan yang dimiliki memang bisa membantu mengurasi resiko finansial yang dihadapi. Namun, bukankah akan lebih baik bila kita bisa mencegah terjadinya kebakaran agar bisa terlepas dari kerugian yang besar tadi. Nah, untuk bisa menghindarinya ada baiknya untuk mengetahui lebih dulu jenis atau klasifikasi kebakaran tersebut.

Di Indonesia sendiri, kebakaran dibagi menjadi 4 jenis, A, B, C, dan D, berdasarkan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/1980 Bab I Pasal 2, ayat 1. Sementara di luar negeri, beberapa negara, membagi klasifikasi kebakaran menjadi lima, yakni A,B, C, D, dan E. Sementara itu klasifikasi kebakaran berdasarkan Natioan Fire Protection Association atau NFPA juga dibagi menjadi lima klasifikasi, yakni A, B, C, D, dan K/F.

Berikut beberapa tipe atau klasifikasi kebakaran berdasarkan penyebabnya serta cara terbaik untuk memadamkan dan pencegahannya.

Klasifikasi Kebakaran
Klasifikasi Kebakaran
  1. Kebakaran Kelas A

Merupakan kebakaran yang disebabkan atau melibatkan benda-benda padat berserat non-logam, misalnya kayu, kain, kertas, plastik, dan lain sebagainya. Cara yang tepat untuk memadamkannya adalah dengan menggunakan pasir, tepung pemadam, air, tanah atau lumputr, dan busa (foam).

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya kebakaran ini adalah dengan memisahkan barang-barang tersebut dari sumber api seperti minyak atau kompor.

  1. Kebakaran Kelas B

Tipe kebakaran ini disebabkan oleh benda cair yang mudah terbakar seperti minyak, bensin, cat, alkohol, LPG, dan sejenisnya. Untuk memadamkannya digunakan alat pemadam dalam bentuk dry powder (tepung pemadam), air berbentuk spray, dan foam atau busa.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran tipe ini dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  • Hindari menggunakan kontainer atau botol plastik untuk menyimpan cairan mudah terbakar.
  • Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik saat menggunakan cairan yang mudah terbakar tersebut.
  • Simpan carian yang mudah terbakar jauh dari sumber api yang mudah menyambar.
  1. Kebakaran Kelas C

Bila kebakaran kelas B disebabkan karena cairan yang mudah terbakar, maka kebakaran kelas C disebabkan oleh gas atau uap seperti LPG, gas propana dan tinner. Untuk memadamkannya, gunakan dry powder/chemical dan halon.

Untuk pencegahan jauhkan bahan-bahan tersebut dari sumber panas atau api yang mudah memercik dan menyambar.

  1. Kebakaran Kelas D

Kebakaran kelas ini disebabkan oleh bahan logam yang dapat terbakar seperti titanium, magnesium, dan potassium. Pemadaman yang tepat adalah dengan menggunakan dry powder khusus dan pasir kering yang halus. Sama seperti pada kebakaran kelas C, pemadaman pada kelas D juga menghindari penggunaan air. Ini karena, partikel air pada kebakaran dengan suhu yang sangat tinggi dapat terpecah menjadi hydrogen dan oksigen yang kemudian justru dapat memperbesar api dan bahkan menimbulkan ledakan.

Pencegahan kebakakaran kelas D dapat  dilakukan dengan cara menyimpan logam-logam ini pada kontainer cair yang non-reaktif untuk menghindari kerusakan dan reaksi dengan udara.

  1. Kebakaran Kelas E

Pelaratan rumah tangga menggunakan listrik serta sakelar dan sumber listrik lainnya  merupakan penyebab atau kebakaran kelas C ini. Dalam memadamkan kebakaran kelas C, sangat penting untuk menghindari media air karena justru dapat membuat pemadam tersengat listrik. Media yang tepat adalah tepung kering atau dry chemical dan karbondioksida (CO2).

Cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksa kabel peralatan listrik dan menggantinya bila menemukan kerusakan atau terkelupas. Selain itu, selalu gunakan peralatan listrik yang sesuai dengan prosedur dan standar, serta lakukan instalasi dengan benar.

  1. Kebakaran Kelas K/F

Kebakaran kelas K atau F (untuk wilayah Asia) adalah kebakaran yang disebabkan oleh minyak atau lemak bahan masakan. Kebakaran ini sering terjadi di dapur. Cara untuk memadamkannya adalah dengan menggunakan water spray/mist dan juga selimut basah.

Untuk menghindarinya hindarilah memasak dalam suhu yang terlalu tinggi, dan jangan meninggalkan dapur saat memasak. Simpan juga minyak dan lemak bahan masakan ini jauh dari sumber

Semoga klasifikasi kebakaran dan cara pencegahannya tadi bisa menambah informasi. (Raw)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s